Contoh-contoh Teori Neo-Evolusionisme; Pandangan Ekosistemik


Dalam rangka menciptakan penghidupan yang berkelanjutan, manusia perlu menciptakan keseimbangan dalam hidup. Dengan memperhatikan aspek lingkungan ke dalam penataan ruang wilayah yang harus dilindungi (untuk kepentingan kelestarian fungsi lingkungan dan penghidupan yang berkelanjutan) menjadikan hubungan manusia dengan lingkungan tak bisa terelakkan. Manusia dan lingkungan memiliki hubungan yang tidak dapat terpisahkan. Manusia sangat bergantung pada lingkungan yang memberikan sumberdaya alam untuk tetap bertahan hidup. Adanya keterbatasan daya dukung (carrying capacity) lingkungan, menyebabkan manusia harus memperhatikan kelestarian lingkungannya agar fungsi-fungsi lingkungan dapat berjalan.

Nelayan adalah makhluk sosial yang memiliki berbagai seperangkat pranata-pranata yang harus berjalan seimbang dengan lingkungannya. Apabila hubungan manusia dengan lingkungan terjaga baik maka dapat menciptakan hidup yang damai, aman dan tentram. Dalam aktivitas kebaharian, Lampe (2004:7) menyatakan bahwa nelayan dan pelaut dari Sulawesi Selatan mempercayai keyakinan dan praktik agama sebagai model penyelamatan serta keberuntungan ekonomi. Dengan keyakinan, doa, dan mantra dapat dihindarkan ancaman ganasnya gelombang laut, badai, pusaran air, dan arus besar. Kekuatan do’a dapat menghindarkan diri (nelayan) dari gangguan raksasa laut (gurita, hiu) dan menjinakkan gelombang, bahkan menaklukkan hantu-hantu laut di lokasi-lokasi penangkapan nyang kaya dengan sumber daya bernilai ekonomi tinggi. Spirit agama dipadukan dengan mental untuk menggerakkan usaha lainnya seperti keberanian menanggung resiko ekonomi. Keteguhan mental, persaingan, adanya adaptasi, wawasan luas, dan lain-lain menjadi modal sosial masyarakat Mandar.

Selain itu, nelayan di daerah Sibolga Sumatera Utara percaya dengan penampakan hantu laut di daerah-daerah tertentu. Konon nelayan yang menangkap di area tersebut dapat jatuh sakit dan sembuh dalam wantu yang lama. Tempat yang mereka anggap sebagai daerah berbahaya terdapat berbagai biota laut yang memiliki tingkat ekonomi tinggi. Kejadian serupa pernah dijumpai di Solor Timur, Nusa Tenggara Timur, terutama di Desa Watobuku dan Moton Wutun yang menyebutkan penampakan sering dijumpai di sekitar Tanjung Naga, apalagi di daerah tersebut terdapat Pulau Sewanggi. Dari kedua contoh yang telah saya sebutkan adanya pemahaman rasional tentang pelestarian biota laut agar terjaga kelestariannya. Nelayan yang percaya dengan adanya. Melakukan kegiatan ekonomi yang seimbang atau berhasil adalah salah satu cara mempermudah manusia untuk menyeimbangkan hidup mereka.

Adanya kepercayaan dan praktik keagamaan pada nelayan terhadap laut tersebut menciptakan berbagai ritual yang dipercaya ampuh mengatasi permasalahan mereka dengan laut. (1) Ritual mappandesasi merupakan tradisi masyarakat etnik Mandar di Kelurahan Bungkutoko, Sulawesi Tenggara sebagai persembahan terhadap laut.. Unsur lisan dari ritual mappandesasi terletak dalam doa/mantranya, nyanyian rebana. Unsur bukan lisan dapat dilihat dalam sesaji, pemotongan kurban, pembakaran dupa (kemenyan), kepercayaan adanya penjaga laut.

Ritual adat Larung Sesaji yang di tengan laut atau oleh nelayan Kabupaten Barru dikenal dengan sebutan nama Maccera Tasi ini juga contoh lain. Dengan menggunakan perahu penangkap ikan membawa sesajian ke tengah laut, sebagai kelengkapan prosesi ritualtersebut. Sesajian disiapkan, mulai dari nasi beraneka warna, kelapa muda, daun siri sampai darah kambing yang telah disembelih. Semuanya untuk dipersembahkan kepada sang penunggu laut. Dalam prosesi ritual itu, masing-masing nelayan mengambil air laut yang tersimpan di tempayan sesaji, untuk disiramkan ke alat tangkapan ikan mereka. Ritual ini diadakan karena nelayan merasa hasil rangkapannya mengalami jumlah yang kecil, sehingga memohon kepada penunggu laut untuk dibantu. Adanya juga pemahaman tentang makhluk-makhluk gaib yang menghuni lautan.

Kalau kita melihat pendekatan jaringan sosial yang dianggap lebih mampu menjelaskan gejala sosial yang ada di masyarakat. Analisis jaringan sosial yang saya tulis dalam tulisan ini menekankan pada analisis situasional, dimana tindakan sosial, perilaku, dan sikap seorang manusia dianggap tidak bisa lepas dari pengaruh lingkungannya.


Referensi :


Referensinya sobat cari sendiri yaah karena belajar sangat butuh pengorbanan berupa kerja keras membaca buku (jurnal, makalah, media dll), diskusi dan menulis sebagai pengaktualisasian diri kalian.