Gaya Hidup Modern dengan Teknologi Modern



Sebelumnya saya telah memaparkan tulisan tentang organisasi sosial dan kebudayaan kelompok minoritas Indonesia, untuk melihatnya dapat anda klik di sini. Kali ini saya akan memaparkan tentang Gaya Hidup Modern dengan Teknologi Modern, bagaimana pengaruh teknologi modern terhadap gaya hidup manusia sekarang ini.

Pendahuluan

Baru-baru ini Hollywood menciptakan visualisasi baru tubuh artificial yang dikendalikan melalui jaringan satelit menggantikan tubuh yang berbalut daging. Surrogates merupakan bentuk fisik dari kehadiran virtal sybernetik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan motto tidak ada yang terluka, hanya perbaiki saja kabel dalam tubuh Anda. Gambaran paling ekstrem dari penguasaan tubuh sybernetic mendapatkan puncaknya melalui surrogates. Masyarakat kabel bukan lagi konsep subkultur, melainkan konsep cara berkomunikasi masyarakat masa depan.

Namun, karena masih berada dalam tahap cybernetic yang membutuhkan kendali keyboard, dibanding virtual sybernetic kelak dengan kendali pikiran. Saat ini open source masihlah terbatasi pada formula percakapan, milis, posting, chatting, untuk memperlihatkan bagaimana tubuh internet mampu bergaul sebagaimana kekuasaan alam real. Ditambah lagi, dalam skala metrik (motoris dan sensoris), tubuh kabel bisa memperlihatkan emosi. Melalui simbol tabelis dan menggunakan sepenuhnya ASCII (karakter yang digunakan dalam komputer) dalam abjad yang memperlihatkan pembayangan realnya. Seperti (TT) untuk memperlihatkan emosi menangis, (XD) untuk tertawa terpingkal-pingkal (:D) tertawa (J) tersenyum, (^^) untuk berbahagia, (:P) untuk kesal dsb, disebut juga emoticons.

Dalam skala yang sama tubuh kabel bisa memperlihatkan indera keenam (istingtif) dengan bantuan fasilitas yang dinamakan plug in/out, download/upload, dan bisa mengubah pikiran siapapun dengan media JPEG, MP3, FLV, dan penggambaran audio visual yang provokatif lainnya. Penggunaan teknologi yang berkembang di setiap waktu akan memudahkan apa yang kita inginkan. Sebagai contoh, beberapa tugas kantor, seperti sebuah rapat, tidak lagi dilakukan dengan harus selalu berada di satu ruangan, tapi bisa dilakukan di tempat yang berbeda.

Jika ingin melakukannya, ada fasilitas teknologi, seperti skype yang bisa memudahkannya. Jika cuma ingin berganti informasi dengan saling mengirimkan informasi, sekarang ini sudah ada Blackberry. Kita tidak perlu lagi harus menjinjing perangkat laptop untuk memudahkan aktivitas. Tapi pada akhirnya, fungsi Blackberry tidak lagi hanya berdasarkan kebutuhan. Gaya hidup sosial pun ikut terpengaruh akan hal ini. Di Indonesia, gaya hidup dengan menggunakan Blackberry pada awalnya adalah sebuah kebutuhan.

Saling bertukar informasi, saling mengirim email, dan sebagainya. Tapi, pada perkembangannya, hal itu pun berubah. Blackberry berubah menjadi sesuatu yang "harus dimilki", lebih dari sekadar fungsinya. Sebagai contoh, perkembangan jejaring sosial yang begitu meningkat menjadi faktornya, seperti kehadiran facebook, twitter, dan juga yahoo messenger. Aplikasi data tersebut menjadi sesuatu yang amat penting sekarang ini. Hal ini diketahui, setelah beberapa operator mendapatkan hasil analisis data mereka, yang menyatakan bahwa konsumen di Indonesia lebih sering menggunakan fasilitas seperti itu ketimbang aplikasi buatan dari Blackberry sendiri.

Apalagi mengingat pengguna facebook atau twitter di Indonesia sangat tinggi. Bahkan, beberapa operator telekomunikasi membuat paket layanan data untuk Blackberry yang mengkhususkan untuk penggunaan jejaring sosial, ketimbang fungsi asli dari Blackberry. Wajar saja saja gaya hidup pun berubah. Sebagai contoh saja, masih ada yang tidak mengerti fungsi dalemannya sebuah Blackberry. Nomor ponsel dari sim card masih sering dianggap sebagai nomor pin yang dipakai untuk menggunakan fasilitas Blackberry messenger.

Selain itu, tentunya kita masih ingat sekali bagaimana dengan bentuk desain qwerty ala blakcberry. Desain tersebut banyak dibuat oleh produsen-produsen ponsel lokal untuk menggaet hati konsumen yang tidak memilki Blakcberry. Hal ini mengingat blackberry harganya masih jutaan, sedangkan dengan desain ponsel yang sama dan diproduksi oleh produsen ponsel lokal, harganya hanya setengah Blackberry.

Tapi, karena bentuknya yang mirip dengan Blackberry, maka ponsel lokal dengan bentuk desain Blackberry diminati oleh beberapa konsumen. Saya pernah mendengarkan beberapa pemilik ponsel lokal dengan bentuk desain blackberry berkata, "nggak apa-apa bukan Blackberry, yang penting kayak Blackberry." Dari pernyataan tersebut, secara tidak langsung Blackberry memang mengubah gaya hidup sebagian orang. Bahkan, ada pula yang ingin memilki Blackberry hanya karena ingin tampilan up-date statusnya di facebook tertulis via Blackberry.

Gaya hidup yang memang instan dan serba mudah bukanlah menjadi sebuah kebutuhan lagi sesuai dengan zamannya, tapi sebagai gaya hidup yang berdasarkan pada sebuah bentuk gengsi atau status sosial. Bagaimana dengan gaya hidupmu.


Referensi :

Referensinya sobat cari sendiri yaah karena belajar sangat butuh pengorbanan berupa kerja keras membaca buku (jurnal, makalah, media dll), diskusi dan menulis sebagai pengaktualisasian diri kalian.