Observasi Partisipasi

Penulis dalam tulisan ini melihat antropologi telah menjadi pemimpin dalam pengembangan metodologi kualitatif. Data kualitatif terdiri dari deskripsi rinci dari berbagai situasi, peristiwa, orang-orang yang terlibat didalamnya, interaksi yang terjadi, dan perilaku yang diamati. Tak lupa juga kutipan langsung dari orang-orang tentang pengalaman mereka, sikap, keyakinan, dan pikiran mereka. Observasi partisipasi sebagai metode praktis yang digunakan oleh para antropolog.

Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan observasi, yaitu memperhatikan fokus penelitian, kegiatan apa yang harus diamati, baik yang umum maupun yang khusus. Kegiatan yang umum maksudnya yaitu segala sesuatu yang terjadi di lapangan harus diamati dan dikomentari serta dicatat dalam catatan lapangan. Sedangkan observasi kegiatan khusus, maksudnya ialah observasi tersebut hanya memfokuskan pada kegiatan khusus yang terjadi di lapangan. Dan juga menentukan kriteria yang diamati, sesuai dengan fokus penelitian.

Sebagai metode praktis, observasi pertisipasi memudahkan antropolog menemukan realitas yang sebenarnya. Suatu observasi disebut observasi partisipan jika orang yang mengadakan observasi (observer) turut ambil bagian dalam kehidupan observee. Pengamatan partisipatif memungkinkan peneliti dapat berkomusikasi secara akrab dan leluasa dengan observee dan memungkinkan untuk bertanya secara lebih rinci dan getail terhadap hal-hal yang tidak akan dikemukakan jikalau hanya pengamatan saja.

Dalam observasi partisipasi, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data. Dengan observasi partisipasi ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap dan sampai mengetahui apa tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak. Hal ini juga memudahkan antropolog menghadapi berbagai hambatan dalam penelitian kualitatif seperti culture shock (kaget budaya).

Peneliti benar-benar berada dalam keseharian informan yang diteliti, keberadaan peneliti dapat terlibat secara aktif maupun tidak aktif. Secara aktif artinya peneliti terlibat langsung dalam penelitian tersebut baik dalam hal pengumpulan data dalam wawancara maupun observasi. Ia (peneliti) akan terlibat dalam situasi penelitian akan mampu menghadirkan keadaan secara jelas/tidak di buat-buat. Sekaligus juga diandaikan bahwa partisipan yang terlibat dalam penelitian tidak sedang berada dalam kondisi keterpaksaan, atau di bawah tekanan. Pengalaman langsung memungkinkan peneliti memahami hal yang tidak di sadari sebelumnya, juga peneliti mendapatkan gambaran lain yang tidak terungkap dalam wawancara. Sedangkan peneliti yang tidak secara aktif hanya mengamati, tidak berperan di dalam penelitian.

Untuk terlibat aktif peneliti harus menentukan informan yang tepat. Peneliti akan hidup dan berbaur bersama informan sehingga ia harus mendapatkan informan yang tepat untuk di teliti. Informan kunci dapat menunjukkan siapa yang cocok atau menguasai topik penelitian. Ia akan menunjukkan kepada peneliti informan yang dapat memberikan informan segala hal yang ingin didapatkan. Tentunya informan kunci adalah orang-orang yang memiliki hubungan erat dengan terhormat dan berpengetahuan dalam langkah awal penelitian. Orang semacam ini sangat dibutuhkan bagi peneliti etnografi. Orang tersebut diperlukan untuk membukan jalan (gate keeper) peneliti berhubungan dengan responden, dapat juga berfungsi sebagai pemberi ijin, pemberi data, penyebar ide, dan perantara.

Observasi partisipan mengandung kelemahan, terutama berkaitan dengan kecermatan dalam melakukan pengamatan dan pencatatan, sebab ketika observer terlibat langsung dalam aktifitas yang sedang dilakukan observee, sangat mungkin observer tidak bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail. Diketahui juga bahwa terdapat sebagian kejadian yang tidak mungkin diamati secara langsung dan hanya dapat diperoleh informasinya melalui surat menyurat atau wawancara pribadi, seperti kejadian-kejadian yang berhubungan dengan kehidupan pribadi individu. Teknik ini sangat terkait factor waktu dan tempat, kadangkadang kejadian menelan waktu tahunan atau terjadi oada berbagai tempat yang menjadikan tugas peneliti sulit.

Ada juga yang masih dianggap sebagai kelemahan dalam observasi partisipasi ialah interpretasi peneliti dalam menggambarkan hasil pengamatan. Karena peneliti barada bersama dengan para informan, maka peneliti dituntut untuk reflektif dan mampu menjauhkan diri dari kekerdilan interpretasi, ketidaklengkapan observasi yang ada dalam struktur yang diamati.


Referensi :


Referensinya sobat cari sendiri yaah karena belajar sangat butuh pengorbanan berupa kerja keras membaca buku (jurnal, makalah, media dll), diskusi dan menulis sebagai pengaktualisasian diri kalian.