Perilaku Makan dan Penyakit Maag


Setelah saya telah memamparkan tulisan tentang Metode dalam Bidang Antropologi Kesehatan, untuk melihatnya anda dapat klik disini. Nah, kali ini saya akan memaparkan tentang Perilaku Makan dan Penyakit Maag, bagaimana kebiasaaan makan kita lalu apa kaitannya dengan penyakit maag. Pemahaman ini dapat mengarahkan kita pada bagaimana metode makan yang baik dan benar agar terhindar dari penyakit maag. Selamat membaca.

Sebagai makhluk sosial, manusia dianugerahkan akal untuk berfikir dengan merespon apa yang ada di sekitarnya, bertindak dan menghasilkan karya demi kepentingan hidup mereka. Kelebihan manusia dalam bermasyarakat terlihat dari segala bentuk prilaku yang mereka peroleh dari pengetahuan yang di sepakati bersama. Tercermin dari beberapa bagian, salah satunya perilaku sehat dan sakit. Perilaku sehat adalah suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit atau penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, dan minuman, serta lingkungannya. Dari batasan ini, perilaku kesehatan dapat kita klasifikasikan menjadi 3 kelompok: (1) Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintanance), perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit, (2). Perilaku pencarian atau penggunaan sistem atau fasilitas kesehatan, atau sering disebut perilaku pencairan pengobatan (health seeking behavior). Perilaku ini adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit dan atau kecelakaan, dan (3). Perilaku kesehatan lingkungan adalah apabila seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya, dan sebagainya.

Dari ketiga hal tersebut, setiap dari kita memiliki persepsi yang berbeda. Misalnya penyakit maag dipersepsikan oleh sebagian orang sebagai penyakit biasa. Namun, sebenarnya penyakit maag juga bisa berbahaya untuk tubuh kita. Terdapat banyak referensi terkait penyakit maag namun saya hanya sedikit berbagai dalam hal mengetahui bagaimana kita mempersepsikan penyakit maag dan bagaimana prilaku kita untuk menghindari munculnya penyakit tersebut. Untuk itulah, saya mencoba memaparkan pengalaman saya dari hasil pengamatan disekitar, mengenai pengaruh perilaku kita dan hubungannya dengan keadaan sosial lingkungan yang kita tempati.

Penyebab Terkena Penyakit Maag

Secara medis penyakit maag bisa terjadi jika ada iritasi pada lambung atau dalam keadaan tertentu kelenjar pada lambung memproduksi asam lambung terlalu banyak dari seharusnya. Dalam keadaan normal, setiap ada makanan yang masuk, secara otomatis kelenjar lambung mengeluarkan zat asam lambung. Zat itu berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi seperti skim dan mematikan kuman dan bakteri yang ikut masuk. Dalam kondisi normal, semua tidak akan menjadi masalah. Namun jika kondisi lambung tidak normal atau kelenjar melakukan respon berlebihan pada semua respon yang diberikan (kelenjar pada lambung hipersensitif), maka akan menjadi masalah. Asam lambung yang seharusnya menghancurkan makanan, malah menimbulkan reaksi yang berlebihan dalam lambung. Saat itulah pada perut kita terasa sangat sakit. Maka dari itu, untuk terhindar dari kekambuhan maag yang berulang-ulang, sebaiknya kita menghindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat merangsang produksi cairan asam lambung. (secara budaya seperti beras ketan di Sidrap, sering membiarkan perut dalam keadaan kosong dalam jangka waktu yang lama, stres, kelelahan, dan tekanan emosional yang berlebihan, sering begadang, kurang tidur dan insomnia, merokok dan minum minuman beralkohol, tidak menjaga kebersihan dini dan lingkungan dan mengonsumsi obat-obatan kimia tertentu tanpa saran dokter.

Pola Makan Yang Tidak Teratur

Salah satu kewajiban dalam menjalani hidup, makan adalah mekanisme penting dalam memenuhi kebutuhan hidup kita. Manusia harus memenuhi kebutuhan ini untuk menjaga kondisi tubuhnya agar terhindar dari berbagai penyakit. Dewasa ini, berbagai cara orang mengkonsumsi makananpun berbeda-beda. Rutinitas masyarakat perkotaaan misalnya, disibukkan dengan dunia pekerjaan, mengharuskan mereka mengalami pola makan yang tidak teratur. Ada beberapa hal yang mengakibatkan ketidakteraturan pola makan pada manusia, sebagai berikut :

a). Menahan Lapar
Kebanyakan orang yang bergelut dalam dunia kerja mengalami ketidakteraturan hidup. Berbagai hal dapat menjadi faktor tersebut. Menunda untuk makan adalah prilaku yang sering sekali kita jumpai dimana-mana (kadang saya demikian). Tuntutan kerjaan juga bisa dikatakan alasan menunda untuk makan. Bisa kita lihat pada jam kerja yang super duper padat bagi para pekerja kantoran dan kontinutas untuk memperoleh hasil yang baik dibutuhkan kerja yang maksimal. Dengan bekerja 8 jam sehati dan hanya satu jam waktu istirahat ternyata menjadikan mereka rentan menahan lapar. Belum lagi pada saat pekerjaan menumpuk, yang membuat rasa lapar menjadi hilang, ini banyak kita jumpai di sekitar kita.

Mungkin kalau hanya sekali atau dua kali lupa makan kita belum merasakan efek negatif pada tubuh kita. Tapi kalau hal ini berlangsung sering dan terus-menerus bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Selain penyakit maag, kita juga mudah terkena kembung, masuk angin, dan mungkin typus. Terlalu lama menahan lapar juga bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi dan menyebabkan organ-organ di dalam tubuhnya tidak bisa bekerja secara optimal. Jika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup maka akan berdampak pada proses metabolisme, yaitu: jika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama 4 jam maka tubuh akan menggunakan cadangan glukosa untuk membantu fungsi otak., setelah 8 jam tubuh mulai menggunakan glikogen yang disimpan di hati untuk mengekstrak energi, proses ini disebut dengan glikogenolisis yang mana mengubah glikogen menjadi glukosa dan jika tubuh tidak mendapatkan asupan makan selama 12 jam maka akan menggunakan glikogen yang disimpan dalam otot, selain itu tubuh juga menggunakan lemak yang tersimpan.

Selain mempengaruhi fisik, menahan lapar dalam jangka waktu lama juga berdampak pada fisiologis, emosional dan fungsi kognitif. Umumnya ia akan merasa kelelahan, pusing, mengantuk, rambut rontok serta kulit menjadi cepat kering. Jika kebiasaan menahan lapar ini dilakukan setiap hari maka bisa menimbulkan konsekuensi yang serius seperti kelemahan otot, ketidakseimbangan elektrolit, sembelit, mudah merasa dingin, perubahan tekanan darah, menurunnya sistem kekebalan tubuh, detak jantung yang tidak teratur hingga gagal ginjal. Sedangkan dampak terhadap emosional adalah kita menjadi lebih sensitif, mudah marah, depresi dan kegelisahan. Jika dibiarkan bisa mengakibatkan amsalah mental yang lebih serius seperti kehilangan emosi dan kemampuan kognitif yang rusak.

b). Tidak Sarapan

Seringkali kita mengabaikan sarapan di pagi hari. Padahal tubuh kita memerlukan energi yang cukup setiap harinya. Sudahkah kita sarapan pagi? Jika tidak, mulai sekarang biasakan sarapan setiap pagi karena sarapan banyak manfaatnya. Salah satunya dapat membuat lambung terisi makanan sehingga dapat menetralisir asam lambung. Lambung yang terlalu lama kosong dapat mengakibatkan rasa perih di lambung dan berakibat sakit maag. Selain itu, Tubuh memerlukan energi yang cukup untuk menjalankan aktivitas di pagi hari dan energi tersebut dapat diperoleh dari sarapan pagi. Hal ini membuat tubuh tetap fit dan tidak cepat lelah.

Otak juga perlu mendapatkan nutrisi dari sarapan sehingga otak dapat berpikir lebih baik dan cepat. Selain itu sarapan pagi juga meningkatkan konsentrasi. Bagi seusia anak sekolah, konsentrasi belajar, kemampuan berpikir, daya ingat, akan meningkat jika sudah mengonsumsi sarapan. Anak pun jadi lebih mudah menyerap pelajaran yang didapatnya dan kebutuhan nutrisi untuk perkembangan anak turut terpenuhi. Sarapan pagi juga membuat tubuh terhindar dari kolestrol. Hal ini dikarenakan sarapan mampu mendorong metabolisme sehingga produksi enzim yang meningkatkan kolestrol berkurang. Selain itu, sarapan secara rutin juga bisa mengecilkan lingkar pinggang hingga 5cm. Satu hal yang perlu diperhatikan, porsi sarapan hendaknya tidak terlalu banyak, karena dapat mengganggu aktivitas. Selain itu, sarapan pagi menghindarkan kita dari rasa lapar berlebih. Jika tidak sarapan, yang terjadi adalah rasa lapar mengakibatkan porsi makan siang menadi lebih banyak dan mengonsumsi banyak cemilan. Dari camilan-camilan inilah dapat menyebabkan kegemukan.

c). Diet Tidak Sehat

Apa yang akan kita lakukan bila sedang lapar? kemungkinan besar kita akan dengan spontan menjawab bahwa kita akan makan untuk menghilangkan rasa lapar tersebut. Bahkan, kemungkinan besar inilah satu-satunya jawaban yang terbersit dalam benak kita. Diet kemungkinan besar bukan hal yang asing bagi kita. Ya, orang yang berdiet akan berpikir dua kali sebelum makan, bahkan ketika lapar. Mereka memang sedang membatasi asupan makan mereka demi tujuan-tujuan tertentu. Namun, ada orang-orang yang berdiet secara berlebihan, diet secara tidak sehat.

Beberapa dari kita terkena penyakit maag karena pola diet yang tidak teratur, setiap orang memang memiliki cara pkitang yang aneh terhadap makanan. Mereka tidak mempertimbangkan makan sebagai sumber nutrisi untuk kesehatan, menikmati hidangan lezat, atau sekadar berbagi kesenangan dengan orang lain dan memperhatikan pola makannya. Mereka justru mengembangkan ritual-ritual aneh sebelum mengijinkan diri sendiri untuk makan atau merasa perlu segera membersihkan tubuhnya dari apa yang telah mereka makan. Menunda untuk makan yang telah saya jelaskan sebelumnya, dan sebagainya.

Jenis Makanan Yang Memicu Penyakit Maag

a). Makanan Yang Mengandung Gas

Perut kembung sehingga sering mengeluarkan gas atau kentut mungkin memalukan, namun hal itu sangatlah normal. Ada saatnya usus dalam tubuh kita memproduksi lebih banyak gas, salah satunya saat makanan yang kita makan berjenis makanan penghasil gas. Dapat kita jumpai pada kol, tauge, ubi (semua umbi-umbian), kentang, brokol, beras ketan, nangka dan durian. Ada kebiasaan orang bugis di Sidrap yang menjadikan beras ketan sebagai makanan pengganti nasi. Sudah menjadi tradisi, beras ketan di sana dijadikan sebagai makanan wajib di setiap upacara daur hidup. Biasanya masyarakat di Sidrap, atau berlaku pada setiap orang bugis di daerah lain, beras ketan dijadikan songkolo atau sejenis kue yang enak di makan dengan kelapa yang sudah di parut. Ada juga lappa-lappa’ , bedanya dengan songgkolo jenis makanan ini di ikat di dalam daun pisang yang muda lalu di gulu menggunakan tali. Enak juga di makan menggunakan makanan lain. Karena ketersedian beras ketan yang melimpah, mereka mudah memperolenya. Makanan yang paling sering di buat oleh orang bugis di Sidrap adalah tumbu’-tumbu’ dan tape. Kedua makanan ini sering sekali saya jumpai di sana dalam tiap penyelenggaraaan upacara atau hari-hari raya seperti lebaran, sunatan, perkawinan, hakekah, dan pesta panen.

b). Makanan Pedas, Panas dan Berminyak

Banyak yang beranggapan kalau makanan bisa menjadi biangnya penyakit yang masuk kedalam tubuh, yang tidak memandang makanan itu tidak enak walaupun enak di mulut namun bisa juga menyebabkan beberapa penyakit dalam perut, misalnya penyakit asam lambung. Makanan yang biasanya sebagai pemicu penyakit asam lambung, biasanya makanan yang berasa pedas, berminyak dan terlalu asam. Makanan-makanan tersebut pemicu naiknya asam lambung, sehingga seseorang disebut terkena penyakit asam lambung. Orang yang selalu mengkonsumsi makanan pedas, panas dan berminyak sangat rentan menghasilkan gas yang berlebihan dan memicu penyakit maag.

Sering sekali kita jumpai berbagai jenis makanan pedas di nusantara. Dan banyak di jadikan sebagai makanan khas daerah tersebut. Seperti di Manado, jenis makanan pedas selalu disuguhkan di tiap acara yang mereka selenggarakan, makan itu seperti Ayam Cabai Hijau, Palu Basa (seperti rendang daging), Ikan Cakalang Rica, Ikan Mas Bumbu, Jilabulo (pepes hati dan ginjal sapi), dan Udang Bakar Dabu-dabu. Ada juga di Sidrap, makanan wajib pada saat pesta daur hidup yaitu nasupalekko’, jenis makanan ini terbuat dari itik yang di masak dengan campuran beberapa rempah-rempah dan di masak dengan sangat lama. Cita rasa makanan ini terkenal dengan kepedasannya, istilah mereka “tidak pedas kalau bukan nasupalekko”. Padahal makanan pedas dapat mengakibatkan kerusakan dinding lambung, sebab jenis makanan pedas merupakan kombinasi asam. Kalau terlalu banyak asam yang masuk ke dalam tubuh maka diding lambung kita mudah rusak. Dari berbagai prilaku makan mereka membuat penyakit maag gampang sekali menyerang tubuhnya.

Penutup

Cara hidup dan gaya hidup manusia merupakan fenomena yang dapat dikaitkan dengan munculnya berbagai macam penyakit, dimana sakit dianggap sebagai suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya orang yang sehat. Penderita maag sebaiknya melakukan pola hidup yang teratur, menciptakan strategi makan yang sehat. Dengan teratur, menghindari makanan berminyak, panas dan pedas. Lebih bagus lagi kalau rutin berolaraga.

Cara dan gaya hidup manusia juga, adat istiadat, kebudayaan, kepercayaan bahkan seluruh peradaban manusia dan lingkungannya berpengaruh terhadap penyakit. Secara fisiologis dan biologis tubuh manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Apalagi manusia mempunyai daya adaptasi terhadap lingkungan yang selalu berubah, yang sering membawa serta penyakit baru yang belum dikenal atau perkembangan/perubahan penyakit yang sudah ada. Sudah sepatut-nyalah kita mampu memberikan hidup kita selalu bermakna dengan menjaga dan merawatnya dengan baik.

Referensi :
Referensinya sobat cari sendiri yaah karena belajar sangat butuh pengorbanan berupa kerja keras membaca buku (jurnal, makalah, media dll), diskusi dan menulis sebagai pengaktualisasian diri kalian.

Artikel ini berisi tentang perilaku makan dan penyakit maag. Bagaimana perilaku masyarakat tertentu yang sudah terbiasa dan terpola selama bertahun-tahun mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan penyakit maag. Untuk lebih jelasnya selamat membaca