ITS ME (PEREMPUAN PRODUKTIF)

Setelah saya memaparkan tulisan saya yang berjudul Tulisan Ku Dimuat di Koran, Terima Kasih Tribun Timur, anda dapat melihatnya disini. Sebagai wujud kesenangan saya karena memasukkan berkas untuk pertama kalinya dan langsung diterima. Kali ini saya akan sedikit curhat tentang kehidupan pribadi saya, makna dibalik jatidiri saya sebagai seorang perempuan. Untuk lebih jelaskan selamat membaca.

Menjadi seorang perempuan susah-susah gampang lho sobat. Terdengar mudah tapi sulit ngejalaninnya. Terlahir dari keluarga sederhana, saya memahami betapa penting arti seorang anak perempuan bagi orangtua. Selain urusnya susah, ngebimbingnya juga susah lho. Orangtua saya sama halnya orangtua kalian pada umumnya, punya tekat untuk merawat dan membina anak-anak mereka, yah minimal melebihi merekalah. Ayah dan ibu hanya bisa mengenyam pendidikan formal tingkat pertama. Mereka tidak ingin anak-anak mereka seperti mereka kelak.

Berubah zaman berubah juga pola pikir manusia, sebagian masyarakat memahami kalau seorang anak perempuan dalam keluarga cukup mengenyam pendidikan rendah, cepat nikah dan ikut sama suami. Orangtua saya tidaklah demikian, mereka punya mimpi kecil, kenapa saya katakan demikian karena mereka berharap anak-anak mereka kelak dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin, tapi disisi lain mereka juga menyadari keterbatasan ekonomi mereka. Ayah pernah berpesan “Jadilah anak yang mandiri, kejarlah impian mu di dunia dengan bersekolah tinggi” air mata di kedua pipi kala itu mengalir deras sobat, tanpa ku sadari. Dan ibu pernah juga berkata “Kami mungkin tidak bisa seperti orangtua lain yang menyekolahkan anaknya sampai tingkat tinggi, tapi kami punya tekat untuk bisa melihat kalian sukses kelak”. Kedua kalimat itu takkan pernah saya lupakan sobat, kalimat itu selalu muncul ditiap keluh kesah ku menghadapi kerasnya hidup.

Sebagaimana seorang anak perempuan, dalam ajaran Agama kami yaitu Islam, sudah sepatutnya saya berusaha menjaga diri dengan menutup aurat dan menghindarkan diri dari perbuatan maksiat. Selesai S1 saya memutuskan untuk menikah (yah tentu juga karena Allah Swt telah mempertemukan kami, jodoh saya). Sebagai perempuan, demi melindungi dan menjaga diri saya, saya melepaskan lajang dan membina keluarga baru. Nah sobat, status saya bertambah lagikan!, tidak hanya berperan sebagai seorang anak perempuan tetapi juga menjadi seorang istri. Apalagi setelah menikah, alhamdulillah beasiswa sudah menanti lagi untuk lanjut di jenjang pendidikan yang lebih tinggi di S2 dan saya mengambil kesempatan itu, mengingat kesempatan tidak datang dua kali. Peran saya pun bertambah lagi saat putra kami hadir menemani. Sulit banget sobat ngejalaninnya, tapi Allah Swt Maha Kuasa, Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Sebagai seorang perempuan yang ingin terus beribadah kepada Allah Swt dengan menjadi solehah, menjalankan segala amalannya adalah impian semua orang. Tak terkecuali saya lho. Memainkan berbagai peran secara bersamaan adalah hal yang tak mudah seperti melepaskan kacang dari kulitnya. Berperan sebagai seorang anak perempuan memiliki tanggung jawab besar sebagai wujud ketaatan kepada Sang Kholik yaitu Allah Swt, sekaligus menjadi seorang istri dan ibu memiliki tanggung jawab yang besar pula mengingat segalanya akan dimintai pertanggung jawaban di hari akhir kelak. Saya ingin menjadi perempuan yang produktif, bermimpi besar tanpa mengurangi keislaman mengarungi dunia ini. Memainkan peran ganda tak mustahil bagi seorang muslimah, bagi saya bermimpi besar juga layak dimiliki seorang muslimah. Saya ingin menjadi perempuan yang produktif dari segi ketaatan, psikologi, mental, keimanan kepada Allah Swt dengan bersungguh-sungguh dan menanamkan tekat kuat mengarungi lautan kehidupan ini. Menjadi insan yang taat dengan berbakti kepada orangtua, berbakti kepada suami dan menjadi ibu yang soleh untuk anak-anak saya kelak.

Saya ingin menjadi perempuan produktif dengan penuh karya agar bermanfaat bagi orang-orang sekitas saya. Melalui tulisan, saya inginberkarya demi tujuan mulia, berharap dapat menyampaikan makna ditiap peristiwa yang ku lalui hari demi hari. Its Me, inilah hidup ku, hidup ingin menjadi perempuan produktif untuk keluarga dan dunia.

Sekian dan terima kasih. Selanjutnya akan banyak artikel-artikel menarik lainnya, selamat membaca di blog saya Dwi Surti Junida

Artikel ini berisi tentang makna dibalik jatidiri saya sebagai seorang perempuan. Menjadi seorang anak perempuan, istri sekaligus menjadi seprang ibu cukup menarik untuk dikaji. Untuk lebih jelasnya selmat membaca