Meningkatkan Daya Saing Lulusan Unhas Melalui Pengembangan UKM Kewirausahaan

Tak perlu diragukan lagi, sudah sepatutnya Universitas Hasanuddin (Unhas) diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya berkat segudang informasi yang telah melekat selama ini. Dalam era pasar bebas sekarang ini, di momentum ulang tahun ke-60 seyogyanya Unhas dapat terus mempertahankan sistem manajemen struktur lembaga agar tercipta budaya organisasi di lingkup fungsi lembaga pendidikan yang ideal. Sekiranya Unhas dapat menyediakan wadah untuk menemukan, menyalurkan dan mengembangkan kemampuan kewirausahawan para alumni. Jika pentransferan pengetahuan tersebut diperoleh oleh para alumni, dari kemampuan itu dapat dikembangkan dengan membuka lapangan pekerjaan bagi pemberdayaan masyarakat. 

Pengembangan skill menjadi pokok penting dalam melihat kesempatan yang besar jika memasuki dunia kerja. Unhas dapat memberdayakan para alumi dengan salah satunya mengadakan berbagai event yang menunjang skill mereka. Kegiatan tersebut berupa seminar-seminar, pelatihan, pembekalan yang diperuntukkan kepada alumni dan kiat-kiat sukses menembus pasar kerja. Tujuannya untuk menjembatani para alumni berupa pengetahuan dan berbagai informasi terkini dari dunia kerja agar memiliki kesiapan mental. Apalagi hal ini dianggap sesuatu yang sangat efektif untuk mengurangi angka pengangguran. Data penduduk bekerja masih di dominasi oleh mereka yang berpendidikan Sekolah Dasar ke bawah sebesar 45,19 persen pada bulan Februari tahun 2015 sedangkan tercatat (pada bulan yang sama) data penduduk bekerja dengan pendidikan sarjana hanya sebesar 8,29 persen (bps.co.id/akses tanggal 28 Februari 2016). 

Data tersebut menunjukkan negara tidak mampu menampung para alumni yang selalu bertambah tiap tahunnya. Jumlah alumni (sarjana) tidak seimbang dengan jumlah tenaga kerja yang diterima bekerja. Sehingga para alumni dituntut harus lebih mandiri misalnya melalui kewirausahaan. Mayoritas populasi kita hampir 60 persen berpendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Hanya sekitar 2 juta lulusan Sekolah Lanjutan Atas setiap tahun yang meneruskan ke perguruan tinggi. Bandingkan dengan Cina yang menghasilkan 2 juta lulusan S-1, S-2, dan S-3 setiap tahun. Kita menghasilkan rata-rata 250 ribu sarjana per tahun. Dari sejumlah itu, hanya sekitar 10 ribu saja yang layak bersaing di tingkat global dalam mencari kerja. Padahal, kebutuhan kita mencapai tiga kali lipatnya. Data itu menunjukkan kita masih bermasalah dari segi kuantitas dan kualitas lulusan perguruan tinggi menurut Totok Amin Soefijanto, Ed.D (http://news.liputan6.com/Akses tanggal 29 Februari 2016).

UKM kewirausahaan diharapkan mampu merubah cara pandang masyarakat yang dirasakan kurang memiliki daya saing, khususnya dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sebagian besar masyarakat kita khususnya sarjana-sarjana memandang bahwa jenis pekerjaan yang ideal adalah Pengawai Negeri Sipil (PNS). Padahal sesungguhnya negara tidak mampu menampung semua warga Indonesia menjadi PNS. Hal inilah yang harus kita rubah melalui peningkatan UKM Kewirausahaan. Bagi Unhas hal ini bukanlah sesuatu yang sulit selama diberikan perhatian dan dukungan yang maksimal baik informasi maupun sarana dan prasarana. Apalagi sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung Tridharma Perguruan Tinggi bermutu Unhas berkewajiban menjalankan amanahnya sebagai perguruan tinggi negeri yang menjunjung integritas tinggi menghadapi MEA sekarang ini. Apalagi fungsi lembaga pendidikan kita (tak terkecuali Unhas) diharapkan dapat bersinergi dengan baik, hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di negara berkembang seperti Indonesia.

Berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia yang ke-6 Bapak Susilo Bambang Yudoyono tanggal 07 Oktober 2014 waktu yang lalu. Diharapkan Unhas mampu menciptakan iklim kampus yang kondusif sebagai perguruan tinggi negeri yang lebih unggul lagi agar lebih efektif. Sampai dengan menciptakan inovasi-inovasi terbaru dan unggul untuk mahasiswa yang nantinya dapat bersaing dengan melanglangbuana di kanca internasional. Para pendidik di Unhas yang bergelar guru besar dan doktor juga tidak hanya mentrasferkan ilmi tetapi dapat menghasilkan karya yang produktif sebagai pendidik.

Sebagai alumni menurut hemat saya, pihak Unhas harus mampu meningkatkan skill mahasiswa dengan menambah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berbasis ekonomi dan bisnis yang siap langsung beroperasi minimal yang dibutuhkan di perusahaan lokal. Berikan kebebasan kepada mahasiswa untuk berkreasi yang ditunjang dengan berbagai fasilitas yang memadai misalnya, UKM kewirausahaan. UKM di Unhas berbasis ekonomi bisnis dapat kita jumpai salah satunya pada UKM Koperasi Mahasiswa (KOPMA). Beberapa tahun terakhir saya perhatikan banyak teman-teman mahasiswa Unhas belum merasakan kepuasaan dengan UKM tersebut. Mungkin sosialisasi dari pihak kampus sendiri belum maksimal atau mungkin juga teman-teman tidak memperhatikan informasi terkait KOMPA selama ini. Salah satu yang sangat efektif bagi saya yang menjadi sasaran Unhas adalah melalui bidang usaha. Oleh karena itu, perlu perhatian yang khusus terkait berbagai pemberian informasi dan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat menunjang mahasiswa dalam berwirausaha. Tentu, implikasi dari bentuk kreatifitasan mahasiswa tersebut berupa usaha dalam bidang perdagangan dan menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang produktif. Dalam hal ini tidak hanya mampu berproduksi (menemukan/menciptakan produk) tetapi mampu bersaing dalam dunia bisnis lokal maupun internasional.

Referensi :
http://bps.co.id/akses tanggal 28 Februari 2016
http://news.liputan6.com/Akses tanggal 29 Februari 2016