Berwirausaha dan Hambatan Kewirausahaan


Sebelumnya saya telah memaparkan tulisan yang berjudul Bunga Pun Layu dan Gugur, anda dapat melihatnya dengan klik disini. Kali ini saya akan memaparkan tulisan yang berjudul Berwirausaha dan Hambatan Kewirausahaan, suatu penjelasan tentang keadaan sekarang yang dapat menjadi alternatif dalam mengurangi angka pengangguran, tentu menjadi solusi pemerintah untuk diberdayakan, untuk lebih jelaskan selamat membaca.
Banyaknya lulusan sarjana yang bertebaran tidak dapat ditampung di lembaga negara maupun swasta saat terjun di dunia kerja. Persaingan semakin ketat sedang daya tampung tidak sebanding dengan jumlah wisudawan. Dalam kondisi seperti ini, alternatif yang cukup efektif menurut saya adalah dengan terjun ke dunia wirausaha. Namun, timbul persoalan lain, di mana pemerintah belum optimal menangani wirausahawan terutama yang bergelut di Unit Kegiatan Masyarakat Mikro (kecil) perihal pelayanan. Yang paling sering saya lihat dari para keluarga, teman dan kerabat yang lain, saat mereka ingin memulai bisnis kerap kali terhambat dalam ketersediaan akses modal. Rasa saya pemerintah pun sudah mengetahui hal ini bahwa alternatif yang patut diperhitungkan untuk mengurangi angka pengangguran adalah melalui kewirausahaan

Orang yang ingin beralih dengan mencoba berprofesi sebagai pedagang selalu terhambat dalam ketersediaan modal. Saat mereka berharap kepada pemerintah, mereka diperhadapkan pada jalur administrasi yang berbelit-belit. Saat mengurus surat perizinan untuk produk usaha mereka dengan lebel "halal haram" masih kita jumpai keterlambatan, bertele-tele bahkan mempimpong sang pengaju. Penanganan mereka juga sangat lambat, terbukti perizinan dapat keluar saat kita mengantri dan waktunya juga cukup lama. Belum lagi Para wirausahawan ingin mengajukan dana modal harus melalui proses administrasi yang cukup rumit, sehingga kadang pembisnis pemula enggan memulai atau melanjutkannya. Pemerintah dalam hal ini yang menangani sepatutnya mereka menambah Pemerintah dalam 

Kasus lain yang juga penting menurut saya yang menjadi hambatan wirausaha adalah ketersediaan tata ruang kota dalam menampung para pedagang kaki lima. Mereka selalu diidentikkan sebagai benalu di tengah-tengah kota. Bertebaran dan menghambat jalur transportasi mengharuskan pedang kaki lima digusur karena dianggap sebagai pedagang yang liar. Kalau mereka tercatat sebagai pedagang liar, sudah sepatutnya pemerintah menyediakan ruang yang cukup efektif untuk mereka menjajakan jajannya. Selain itu, lokasinya juga harus efisien dan efektif untuk dijangkau oleh masyarakat secara umum, karena jika lokasi berdagang sudah ada namun tidak dapat diakses oleh masyarakat maka produk mereka tidak laku terjual. Orang tidak akan ragu untuk berwirausaha karena menjamin mereka akan keberhasilan yang didukung oleh pemerintah.

Demikianlah tulisan saya, anda dapat membaca artikel lain selanjutnya. Atau dapat melihat tulisan saya yang terkait seperti Meningkatkan Daya Saing Lulusan Unhas Melalui Pengembangan UKM Kewirausahaan, anda dapat melihatnya dengan klik disini.
Catatan :
Kalau anda ingin mengambil tulisan ini, jangan lupa tulis sumbernya yah

Artikel ini berisi tentang berwirausaha dan hambatan kewirausahaan yang terjadi saat ini. Berisi tentang alternatif dalam menganggulangi angka pengangguran yang kerap kali meresahkan. Tulisan ini sangat bermanfaat buat kalian yang ingin terjun berwirausaha, selamat membaca.