Aksi Damai Jilid 2


Sebelumnya saya telah menulis tentang Kesalahan Orangtua Terhadap Sekolah yang dapat anda lihat disini. Tulisan itu berkaitan dengan hari guru nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2016 kemarin. Selanjutnya, tulisan berikut tidak kalah menariknya, terkait dengan isu yang cukup hangat dibahas pekan ini. Apakah itu? Selamat membaca.

Masih ingatkah kita dengan aksi 04 November 2016 kemarin yang dilakukan oleh seluruh umat Muslim yang dinamakan dengan aksi damai. Telah saya paparkan sebelumnya di Problem Komunikasi Berujung Aksi, anda dapat melihatnya disini. Aksi yang dilaksanakan karena persoalan hokum yang melibatkan Basuki Cahya Purnama atau Ahok yang telah ditetapkan sebagai terdakwa, perkataannya yang menyebutkan Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya disalah satu daerah beberapa waktu lalu di Kepulaan Seribu. Aksi damai tersebut berlangsung dari pukul 13.00 setelah pelaksanaan sholat jumat hingga malam hari. Awalnya berlangsung dengan tertib, namun setelah selesai sholat isya terjadi bentrok antara para peserta aksi dengan aparat kepolisian yang menyeret beberapa nama sebagai pemicu bentrok dan sudah diserahkan ke pihak kepolisian.

Saya pikir aksinya hanya sampai disitu ternyata masih ada kelanjutan dari aksi tersebut. Aksi damai selanjutnya akan dilaksanakan lagi pada tanggal 02 Desember 2016 di Monas. Aksi ini sudah diresmikan dari hasil pertemuan Majelis Ulama Indonesia (MUI), para tokoh agama dan Kapolri. Pertemuan ini akan dilaksanakan dari pukul 08.00 hingga pelaksanaan sholat jumat pada pukul 12.00 WIB. Kapolri berjanji akan berusaha memberikan keamanan saat berlangsungnya aksi ini dan mengatakan bahwa aksi ini didasarkan dengan aksi yang tidak melanggar ketertiban umum, tidak menganggu pengguna jalan karena kegiatan aksi ini diisi dengan zikir bersama, tauziyah dan ditutup dengan sholat jumat.

Sebagai umat muslim saya senang karena melihat respon umat muslim terkait penistaan agama yang melatarbelakangi aksi ini, menunjukkan persatuan umat muslim yang kuat dan besar. Ada senggolan, semua tergerak untuk menyuarakan aksi. Saya berharap dengan pelaksanaan aksi damai jilid 2 ini tidak menimbulkan sikap yang anarkis dengan hadirnya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang berusaha memecahbela bangsa ini. Saya berhadap NKRI tidak tergoyahkan karena adanya aksi ini sebagai bagian dari menyangkut keamanan negari yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang sengaja mengambil kesempatan atas dasar aqidah umat muslim.

Apalagi pelaksanaan aksi damai jilid 2 ini adalah kegiatan yang diharapkan dapat menyatukan seluruh kalangan, agama dan ras. Saya berharap umat muslim yang akan melaksanakan aksi damai jilid 2 ini akan menunjukkan ketertiban agar terciptanya aksi yang damai, tidak ada kerusuhan. Sebab, kita akan malu dengan agama lain karena agama kita dikenal dengan agama yang damai sehingga kita yang harus menunjukkan itu kepada semua pihak. Saya juga berharap agar para masyarakat yang tidak mengikuti aksi ini dapat melihat secara objektif. Menghargai umat muslim yang akan melaksanakan aksi nanti karena mereka juga sama seperti kita, mereka adalah bagian dari bangsa Indonesia yang mempunyai hak sebagai warga negara untuk menyuarakan pendapat mereka sebagai bagian dari demokrasi. Masyarakat yang menonton di media televisi atau media manapun semoga tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang dapat memicu kemarahan, yang sengaja dimunculkan oleh oknum-oknum tertentu. Bijaklah dalam menonton, ambil sisi positifnya dan buanglah unsur yang membawa dampak negatief bagi kita dan negeri ini.

Demikianlah tulisan saya, terima kasih sudah membacanya. Nantikan tulisan-tulisan saya selanjutnya. Atau kalian dapat melihat berbagai artikel lainnya di www.idepenulis.com secara gratis. Senang bisa berbagi pengalaman dengan kalian. Budayakan membaca, semoga kalian tidak berhenti membaca agar tercipta peradaban yang lebih baik. Semoga bermanfaat.

Salam
Dwi

Artikel ini berisi tentang aksi damai umat muslim di Indonesia atas dasar penistaan agama yang melibatkan melibatkan Basuki Cahya Purnama atau Ahok yang telah ditetapkan sebagai terdakwa, perkataannya yang menyebutkan Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya disalah satu daerah beberapa waktu lalu di Kepulaan Seribu. Selamat membaca